KRITIS
Mewujudkan peserta didik yang bernalar kritis sesuai dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila
RELIGIUS
Mengembangkan potensi peserta didik dengan kearifan lokal yang berbasis keagamaan
EDUKATIF
Mewujudkan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan berpihak pada peserta didik
ADAPTIF
Menggali dan mengembangkan potensi peserta didik yang sesuai dengan profil belajarnya
TANGGUH
Mewujudkan peserta didik yang unggul, berkarakter dan siap bersaing di tataran global
INOVATIF
Mendorong peserta didik untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya
KREATIF
Mendorong peserta didik untuk memanfaatkan potensi yang dimilikinya
LITERASI
Mendorong warga sekolah untuk menjadi insan literat
PEMBIASAAN
Membudayakan kearifan lokal berbasis keagamaan
OSIS
Mendorong peserta didik untuk Pemimpin Pembelajaran
KETERAMPILAN ABAD 21
Mendorong peserta didik untuk cakap dalam mengikuti pembelajaran
GENERASI EMAS
Mendorong peserta didik untuk tampil percaya diri
MANDIRI
Mendorong peserta didik untuk memanfaatkan sarana belajar yang ada
TERAMPIL
Membimbing peserta didik untuk menjadi generasi unggul
BERPIHAK PADA MURID
Menggali potensi peserta didik untuk menjadi pribadi unggul
Minggu, 25 Juni 2023
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMPN SATU ATAP LEMBANG TAHUN PELAJARAN 2023/2024
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas
Kab. Bandung Barat Nomor : 400.3.1/Kep.1780-Disdik/2023 Tentang Petunjuk Teknis
Penerimaan Peserta Didik (PPDB) Pada Satuan Pendidikan di Kabupaten Bandung
Barat Tahun Pelajaran 2023/2024 Maka dengan ini kami informasikan hal-hal yang
berkaitan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru di SMPN Satu Atap Lembang Cililin
Kabupaten Bandung Barat Tahun Pe|ajaran 2023/2024, Sebagai Berikut :
A. PPDB jenjang SMP Negeri
dilaksanakan secara online (dalam jaringan) dengan dua mekanisme, yaitu .
1. Peserta didik atau orang tua calon peserta didik melakukan proses
input data pendaftar dan upload dokumen persyaratan langsung melalui website
PPDB.
2. Peserta didik dan orang tua calon pesetta didik ke sekolah
tujuan/sekolah asal dengan membawa kelengkapan dokumen persyaratan. Proses
input data pendaftar dan upload dokumen persyaratan dilakukan oleh operator
sekolah asal atau panitia PPDB sekolah tujuan. Sistem ini diterapkan bagi orang
tua yang merniliki hambatan ketersediaan akses internet ataupun kesulitan dalam
mengakses sistem TIK aplikasi PPDB.
B.
Pengaduan PPDB Kabupaten
Bandung Barat dapat disampaikan melalui .![]()
1. Whatsapp : 0896-6057-0404
2.
Panitia PPDB SMPN 2 CILILIN
Whatsapp : 0838-4312-2772
3. Link pendaftaran PPDB
Jenjang SMP Kabupaten Bandung Barat :
Link : https://ppdb-disdik.bandungbaratkab.qonid
C.
Pendaftaran dibagi 2 Tahap :
1. Tehap 1 Untuk Jalur Afirmasi.
2.
Tahap 2 Untuk Jatur Zonasi,
Perpindahan Tugas Orang tua/wali, dan Prestasi.
SYARAT UMUM:
1. Ca!on Peserta Didik Baru tegah Lu|us SD/Ml/sederajat yang dibuktikan
dengan kepemilikan Ijazah/STTB dan Sertifikat Hasil US;
2. Calon Peserta Didik Baru telah Lutus Program Paket A/U'la yang
dibuktikan dengan kepernilikan ijazah dan STL Program Paket A/U'la setara SD;
3. Calon Peserta Didik Baru berusia setinggi-tingginya 15 tahun pada 1
Juli 2023.![]()
SYARAT PENDAFTARAN:
- Surat Tanda Lulus SD/MI : Asli
- Surat Keterangan Ke|akuan Baik dari Sekolah SD/MI : Asli
- Pas Foto : 3 x 4 (2
lembar)
- Fotocopy Akta Kelahiran :
2 lembar
- Fotocopy Kartu Keluarga (KK) :
2 lembar
- Fotocopy KTP Orang Tua (Ayah &l bu) / Wali :
2 lembar
- Foto Copy Ijazah
(dilagalisasi Kepala Sekolah) :
2 lembar
- Foto copy Nilai Raport kelas 4,5, dan 6 (jalur Prestasi Nilai
Raport): 5 Semester
- Kelas 4 Semester 1 dan2
- Kelas 5 Semester 1 dan 2
- Kelas 6 Semester 5
- Foto copy Kartu GAKIN: PKH, BLSM. KPS/KIS (Jalur Afirmasi) : 2 lembar
- Foto copy Sertfikat Kejuaraan Akademik/Non Akademik : 2 lembar
- OSN/FLS2N/O2SN
- Olahraga/MTQ/MHQ :
- Mengisi
Formulir PPDB (Terlampir)
a.
Formulir disediakan Panitia
PPDB
b.
Formulir dikembalikan saat
Daftar Ulang
- Bersedia
mengisi dan menandatangani Surat Pernyataan Siswa (Terlampir)
- Semua
Berkas dimasukan kedalam MAP Saat Daftar U!ang.
a.
Merah : Perempuan (di depan diberi nama, NISN dan asal sekolah)![]()
b.
Biru : Laki-Laki (di depan diberi nama, NISN dan asal
seko|ah)
- Pendaftaran .
a.
Daring(/online melalui
laman https://ppdb-disdik.bandunqbaratkab.qo.id
1)
Tahap Jalur Afirmasi : 19 s.d
23 Juni 2023
2) Tahap 2 Jalur Zonasi, Prestasi dan Perpindahan Orangtua : 26 Juni s.d 5 Juli 2023
b.
Luring (luar jaringan) boleh
kolektif atau perorangan dan berkas persyaratan langsung dibawa pada saat
pendaftaran.
TEMPAT DAN WAKTU PENDAFTARAN :
1.
Kampus SMP Negeri Satu Lembang
Cililin Kec. Ciiilin. Kab Bandung Barat Kp.Lembang Ds. Lembang Rt, 001/009 Desa
Mukapayung Email :smpnsatapcililin@gmail.com POS 40562
2.
Jadwal pendaftaran Setiap Hari
Kerja Pukul 07. 30 - 12.00 WIB.
a.
Tahap 1 Jalur Afirmasi : 19 s.d 23 Juni 2023
b. Tahap 2 Jalur Zonasi, Prestasi dan Perpindahan Orangtua : 26 Juni s.d 5 Juli 2023
3.
Infomasi lebih lengkap dapat
menghubungi:
- Ali Waliyudin, S.Pd : 085351635627
- Risteja : 081322399830
- Aulia Shavira Putri, S.Pd : 08989799791
- Nurhayati, S.Pd : 085314822112
Selasa, 18 April 2023
SPIRIT NUZULUL QURAN
Oleh: Adhyatnika Geusan Ulun
Nuzulul Quran bukanlah hanya sekedar rutinitas seremonial belaka, tetapi mengandung makna luar biasa yang tidak lekang oleh masa. Dengan Nuzulul Quran manusia disadarkan tentang keimanan, ketakwaan, kebersihan hati, sikap syukur dan pengetahuan.
Ketika Muhammad SAW menerima wahyu pertama, surat Al Alaq (1-5), pada 17 Ramadan 13 SH (Sebelum Hijrah), saat itulah baginda diangkat menjadi Nabi, serta momen itu diperingati umat Islam sebagai hari diturunkannya Al Quran, dikenal dengan Nuzulul Quran.
Saat masih kecil, penulis menyaksikan kesibukan orang tua, terutama ibu-ibu, menyiapkan sejumlah makanan untuk kegiatan Nuzulul Quran. Dipersiapkannya sejak pagi hari. Menu utama momen tersebut adalah tumpeng dengan aneka lauk pauk. Aktivitas tersebut terus berlanjut hingga tiba acara khataman selepas salat Tarawih berjamaah. Anak-anak kecil dengan semangat meneriakan lafaz Allah setiap para pembaca Al Quran selesai membaca satu ayat. Acara pun diakhiri dengan tausiah tentang makna dan hikmah Nuzulul Quran dari sesepuh masjid.
Saat ini, ketika kesibukan beralih tempat ke mall, dan anak-anak kecil berlarian di luar masjid sambil menyalakan kembang api dan petasan, serta tumpeng berubah menjadi nasi box, acara Nuzulul Quran memang masih ada, tetapi dengan suasana yang sangat berbeda. Khataman Al Quran sudah mulai berkurang ‘peminatnya’, dan tausiah hikmah acara inipun mulai tergerus dengan maraknya acara-acara di layar kaca dan media sosial lainnya.
Namun, seperti tertera di dalam bunyi surat Al Alaq ayat 1-5 di atas, Bacalah dengan menyebut nama Tuhan mu yang telah menciptakan! (yang) telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan Tuhan mu lah yang Maha Mulia. Dialah yang telah mengajarkan (manusia) dengan pena. (Dia) mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Menyadarkan manusia untuk mengetahui asal muasal dirinya. Sehingga dengan mengenal siapa yang telah menciptakan, dia tidak akan tersesat ke lembah kekufuran.
Selanjutnya, diingatkan kepada manusia untuk tidak ujub dan sombong. Hal ini dikarenakan sehebat apapun manusia pasti berasal dari segumpal darah. Satu zat yang terkadang dianggap hina di awal tetapi dibanggakan setelah berbentuk makhluk di akhir. Dengan tidak ujub dan sombong maka manusia akan terbebas dari sifat merasa diri paling berjasa dan diri paling mulia di antara makhluk lainnya.
Hal di atas menjadi kajian yang teramat penting dalam mengenal diri sebagai manusia yang semua berasal dari bahan baku yang sama, segumpal darah. Hal ini tercantum di surat Al Hujarat ayat 13, ditegaskan bahwa …yang paling mulia adalah yang paling bertakwa di antara kalian. Sehingga gelar, pangkat, jabatan dan kedudukan hanyalah ‘asesoris’ duniawi yang tidak berarti dibandingkan dengan ketakwaan kepada Allah Swt.
Kemudian, di penghujung ayat disadarkan tentang kebodohan manusia tanpa anugerah ilmu dari Allah. Hal ini menngingatkan tentang betapa seringnya manusia membangga-bagakan prestasi seakan-akan berkat jerih payah dan pengorbanannya sendiri, tanpa mau mengakui ‘campur tangan’ Nya. Dari ayat tersebut diarahkan manusia untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah dianugerahkan Tuhan, dan selalu membersihkan diri dari penyakit hati yang selalu membangga-banggakan diri dihadapan lainnya.
Akhirnya, Nuzulul Quran bukanlah hanya sekedar rutinitas seremonial belaka, tetapi mengandung makna luar biasa yang tidak lekang oleh masa. Dengan Nuzulul Quran manusia disadarkan tentang keimanan, ketakwaan, kebersihan hati, sikap syukur dan pengetahuan. Hal ini menjadi kebanggaan bagi umat Islam tentang kemuliaan agama yang mengedepankan semuanya tersebut sehingga, seharusnya, menempatkan umat ini menjadi terdepan dalam segala kebaikan. Terlebih menjadi umat yang bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya umat. ***
MALAM 1000 BULAN
Oleh: Adhyatnika Geusan Ulun
“Tugas terpenting yang harus dilakukan di Ramadan ini adalah dengan mengoptimalkan kualitas ibadah. Selain itu, juga meningkatkan keyakinan serta ketakwaan kepada Allah Swt. Hal ini menjadi salah satu ciri pribadi muslim yang senantiasa fokus mencari keridaan Allah dalam segala aktivitas ibadah apapun, tanpa menggantungkan harapan akan memperoleh imbalan yang belum tentu didapatkan…”
Ramadan memasuki fase kedua. Kaum muslimin sudah bersiap-siap mengencangkan ikat pinggang untuk meningkatkan kualitas amaliah ibadah. Itulah yang dicontohkan Baginda Agung Muhammad SAW pada setiap momen Ramadan yang dijalaninya.
Seperti diketahui, Ramadan memiliki tiga fase, yakni rahmat dan berkah, maghfiroh, serta pembebasan dari api neraka (itqum min annaar). Di setiap fase kaum muslimin berusaha meraih segala keutamaan yang dianugerahkan Allah kepada siapapun hambanya yang berpuasa.
Di fase rahmat dan berkah, Allah memberikan suatu jamuan kasih sayang dan berlipatnya kebaikan kepada semua makhluk-Nya. Di fase ini seluruh alam semesta merasakan indahnya kedatangan bulan suci, bahkan sering disaksikan betapa banyak orang yang mengais rezeki justru bukan orang yang tidak terkena kewajiban berpuasa. Pasar-pasar penuh sesak dengan hilir mudiknya para penjual dan pembeli. Terkadang malah terjadi transaksi perdagangan yang tidak ada kaitannya dengan ibadah puasa, seperti toko perhiasan menjadi lebih ramai dibandingkan dengan bulan sebelumnya, begitupun dengan toko asesoris kendaraan, dan lain-lain.
Terasa sekali rahmat ditumpahruahkan Allah untuk siapa saja yang berusaha dengan optimal di bulan suci Ramadan. Keutamaan di fase pertama ini adalah dijamu-Nya setiap makhluk yang menyambut Ramadan dengan penuh suka cita. Jamuan tersebut adalah berupa limpahan pahala dan kebahagiaan bagi siapapun yang berada di bulan ini.
Sementara itu, di fase kedua kaum muslimin diberikan Allah berupa ampunan, terutama yang berpuasa dengan berlandaskan keimanan dan hanya berharap keridaan-Nya semata. Di fase ini Allah seakan ingin menampakkan lautan ampunan yang tiada bertepi. Lalu, siapa yang akan menyia-nyiakan kesempatan ini? Di saat masih diberikan kesempatan usia hendaknya bersegera mencari ampunan-Nya tersebut.
Di fase kedua pun kaum muslimin diingatkan tentang salah satu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang yang beriman, yakni taubat. Seperti diketahui, terdapat empat hal yang senantiasa melekat dalam pribadi mukmin, yaitu syukur, sabar, taat, dan taubat. Pada fase kedua Ramadan orang yang berpuasa hendaknya memanfaatkan seoptimal mungkin untuk meminta ampunan atas segala khilaf dan dosa, dan atas segala maksiat yang telah diperbuat selama ini. oleh karena itu, doa yang dianjurkan dibaca adalah Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul afwa fa fu’anni ya Kariim-Wahai Allah, sesunggungguhnya Engkaulah Maha Pengampun, limpahkanlah ampunan kepadaku, wahai zat yang Maha Mulia.
Berikutnya, pada 10 hari terakhir Ramadan, terdapat sebuah keutamaan luar biasa yang Allah anugerahkan kepada siapapun orang beriman yang beribadah pada malam di fase tersebut. Malam ini dikenal dengan nama Lailatul Qodar, suatu malam yang diliputi kemuliaan dan keberkahan hingga menjelang fajar. Bahkan, pada ayat kedua QS. Al Qadar disebutkan Malam kemuliaan itu lebih baik dari 1000 bulan.
Dikisahkan dalam sebuah riwayat masyhur tbahwa ada seorang pemuda Bani Israil yang bernama Sam’un Al Gazhi yang memiliki kemuliaan di dalam hidupnya setelah beribadah selama 80 tahun. Dalam kisah lainnya terdapat empat orang Bani Israil, yakni Ayyub, Zakaria, Hexkiel, dan Yoshua bin Nun yang memiliki karamah karena tidak pernah berbuat maksiat dan senantiasa menyembah kepada Allah selama waktu yang sama. Hal ini mengundang kekaguman para sahabat yang mendengarkan kisah tersebut. sehingga malaikat Jibril datang dan berkata, Wahai Muhammad, ummatmu kagum dengan mereka yang menyembah Allah SWT selama 80 tahun, sedangkan Allah Swt telah menurunkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari itu. Kemudian Malaikat Jibril membaca surat Al Qadar dan berkata, Ini lebih mengagumkan bagi engkau dan ummatmu”. Rasulullah SAW pun bahagia mendengarnya.
Jika dikaji secara tekstual maka makna 1000 bulan adalah memang sesuai dengan jumlah masa yang apabila dikonversikan sebanyak 80 tahun. Hal ini sesuai dengan kisah di atas. Sebaliknya, jika dimaknai sebagai banyaknya jumlah anugerah Allah kepada orang yang beribadah pada malam tersebut maka boleh jadi ini adalah kiasan yang menunjukan kualitas kemuliaan yang diterimanya. Hal ini sesuai dengan kebiasaan bangsa Arab masa lalu untuk menunjukkan sesuatu yang banyak dengan istilah 1000, seperti yang terdapat dalam Al Baqarah ayat 96: Salah seorang di antara mereka ingin agar usianya dipanjangkan hingga 1000 tahun.
Di sisi lain, Lailatul Qodar yang disebutkan dalam riwayat Imam Ahmad dan Al Baihaqi dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit, menyebutkan tentang sejumlah tanda-tanda munculnya malam mulia ini, yakni Di antara tanda Lailatul Qadar, suatu malam yang cerah, bersih, tenang, tidak panas dan tidak pula dingin, seakan-akan terdapat bulan yang bersinar, tidak satu bintangpun terbit hingga Subuh.
Hal ini pun diisyatakan juga oleh Imam Ibnu Katsir yang menyatakan-Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar adalah, suatu malam yang bersih, cerah, seakan-akan terdapat bulan purnama yang bersinar, malam yang tenang dan teduh, tidak dingin dan tidak pula panas, bintang-bintang tidak terbit muncul hingga Subuh.
Sesungguhnya banyak riwayat tentang tanda-tanda datangnya Lailatul Qodar, namun yang paling utama adalah bagaimana mempersiapkan diri dalam meraih kemuliaan malam tersebut. Kemudian, persiapan apa saja yang harus dimiliki dalam menyambut datangnya Lailatul Qodar ini, di antaranya adalah meluruskan niat semata-mata mengharap rida Allah Swt. Seperti yang dipahami bahwa segala amal tergantung dari niatnya. Oleh karena itu persiapan awal ini sangat penting dalam meraih Lailatul Qodar.
Sesungguhnya niat yang ditanamkan di dalam hati akan berbanding lurus dengan sikap ketawaduan diri dalam beribadah kepada Tuhan Yang Maha Besar. Oleh karena itu, akan tampak dalam diri yang niatnya semata-mata karena mengharap keridaan Allah memiliki air muka yang cerah, teduh, dan menyejukan bagi siapapun yang memandangnya. Sebaliknya, apabila niatnya karena hanya mencari Lailatul Qodar dengan tanpa mengharap rida-Nya, maka yang ada di dalam pikirannya adalah bagaimana dia akan memperoleh kemuliaan tanpa bersusah payah ibadah puasa dan amalan tathawu lainnya di Ramadan ini.
Persiapan berikutnya adalah membersihkan hati dari sifat-sifat yang menjauhkan diri dari Allah, yakni sifat takabbur, sombong, kemudian ujub, merasa paling mulia, riya, pamer, dan thoma, berharap pujian dari makhluk. Hal ini sangat penting karena Lailatul Qodar hanya akan ‘singgah’ kepada yang berhati bersih dan berpikiran jernih serta selalu berbaik sangka kepada segala ketetapan Allah Swt.
Seperti diketahui, kebersihan hati merupakan syarat mutlak untuk menghadap Allah. Hal ini pun tentu berkaitan dengan salah satu anugerah kemuliaan-Nya, yakni Lailatul Qodar, seperti dijelaskan dalam Al Quran surat Asy Syu’ara ayat 88-.Pada hari di mana harta dan anak tidak berguna kecuali yang menghadap Allah dengan hati yang bersih
Selanjutnya adalah persiapan fisik. Hal ini menjadi salah satu yang perlu diperhatikan bagi orang yang ingin meraih Lailatul Qodar yang umumnya dilakukan hingga malam hari. Sehingga diperlukan energi ekstra untuk melakukannya.
Akhirnya, Lailatul Qodar adalah rahasia Allah yang tidak pernah siapapun mengetahuinya. Walaupun isyarat tentang tanda-tanda dan waktu kedatangan Lailatul Qodar dapat dijumpai dari banyak referensi. Namun, tugas terpenting yang harus dilakukan adalah mengoptimalkan kualitas ibadah. Selain itu, juga meningkatkan keyakinan serta ketakwaan kepada Allah Swt. Hal ini menjadi salah satu ciri pribadi muslim yang senantiasa fokus mencari keridaan Allah dalam segala aktivitas ibadah apapun, tanpa menggantungkan harapan akan mendapatkan imbalan yang belum didapatkan karena Allah tidak pernah menyia-nyiakan kesungguhan seorang hambanya. Wallahu’alam.***
Sabtu, 18 Maret 2023
Pemanfaatan Media Sosial 'TIK TOK' dalam Media Pembelajaran
Oleh: Wika Karina Damayanti, S.Pd., S.H., M.Pd
(Kepala Seksi GTK SMP Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat)
Perkembangan pesat berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat ditahan, suka maupun tidak berbagai perubahan sebagai dampak dari perkembangan zaman akan selalu melekat dalam kehidupan manusia. Perubahan perlu disikapi dengan bijak, karena pada hakekatnya perubahan memiliki tujuan positif untuk kehidupan yang lebih baik lagi. Buka pikiran, tingkatkan literasi, bangun komunikasi, dan kembangkan kemampuan guna mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan.
Perubahan terjadi dalam segala aspek, salah satunya dalam dunia pendidikan. Cara pembelajaran konvensional tidak tepat lagi jika diterapkan dalam era digital saat ini. Pendidikan terkini perlu menyesuaikan dengan beragam kemajuan dari pengetahuan dan teknologi yang terjadi. Jika pola pembelajaran masih tetap dilakukan secara konvensional seperti dahulu maka anak-anak akan tetap berjalan ditempat tanpa keberdayaan mengikuti pesatnya perkembangan dunia.
Pendidikan bukanlah ilmu pasti yang bersifat stagnan, namun ilmu yang terus berkembang secara dinamis mengikuti tren perubahan yang terus terjadi. Pendidikan tidak seperti ilmu matematika dimana rumus keliling persegi tetap 4 x sisi dan 1 tambah 1 tetap 2. Dunia pendidikan dapat berubah seiring dengan perkembangan zaman.
Seorang sahabat Rasulullah SAW yaitu Ali bin Abi Thalib pernah mengungkapkan hal yang cukup fenomenal mengenai pendidikan anak, yakni “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”. Ungkapan Ali bin Abi Thalib tersebut menegaskan bahwa pola pembelajaran dalam dunia pendidikan harus terus berkembang mengikuti segala perubahan yang terjadi dalam dunia ini.
Mengikuti trend revolusi industri 4.0 maka segala bentuk pendidikan dan pembelajaran harus di arahkan kedalam nuansa digital. Anak generasi Z dan generasi Alfa memerlukan stimulan dengan memanfaatkan media digital sesuai dengan zamannya untuk meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas. Meskipun terdapat sisi negatif dari media digital, namun dampak positifnya jauh lebih banyak jika digunakan dengan bijak.
Menurut Aji (2017) bahwa pada saat ini internet menjadi fasilitas yang sangat diperlukan dalam kehidupan, media dalam pembelajaran dipilih untuk menyesuaikan materi yang diajarkan agar peserta didik dapat memahami materi dengan baik. Pembelajaran dengan memanfaatkan internet menjadi jawaban dari pendidikan bagi generasi saat ini. Pemanfaatan media pembelajaran yang digunakan perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Pemilihan media pembelajaran harus menarik dan juga dekat dengan anak.
Media pembelajaran di era digital harus diselaraskan dengan pengembangan teknologi. Transformasi pendidikan sangat kental dengan kekuatan internet yang semakin menarik seperti magnet. Penyelarasan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan dekat dengan anak dapat membantu berjalannya proses pembelajaran secara efektif.
Terdapat banyak platform online yang dapat dimanfaatkan untuk media pembelajaran, salah satunya adalah media sosial. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial sangat dekat dengan kehidupan anak, bahkan jika ditanya cita-cita, banyak anak yang ingin menjadi seorang youtuber, selebgram, creators tiktok (tiktokers), atau influencer yang erat dengan ketenaran dan pendapatan fantastis dari media sosial. Berdasarkan hal tersebut maka media sosial dapat menjadi alternatif yang efektif untuk dijadikan sebagai media pembelajaran bagi anak generasi Z dan Alfa.
Salah satu media sosial yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran dan memiliki banyak pengguna adalah Tiktok. Menurut tekno.kompas.com ada sekitar 10 juta pengguna aktif aplikasi Tiktok di Indonesia. Mayoritas pengguna dari media sosial Tiktok adalah anak usia sekolah generasi Z. Aplikasi Tiktok memiliki berbagai kontroversi yang mengakibatkan pemblokiran pada tahun 2016 lalu. Namun terlepas dari kontroversi tersebut pengguna Tiktok di Indonesia menembus lebih dari 10 juta pengguna, hal tersebut menjadikan Tiktok sebagai primadona media sosial.
Tiktok tak lepas dari segala kontroversinya, stigma negatif masih melekat dalam benak masyarakat, namun disisi lain banyak manfaat yang dapat diambil dari media sosial Tiktok ini, seperti menjadi media promosi yang memiliki dampak besar bagi penjualan atau pemasaran dan media pembelajaran yang sangat menarik bagi anak usia sekolah. Penggunaan Tiktok sebagai media pembelajaran ini menghasilkan efek positif pada anak dalam meningkatkan motivasi belajar, kreativitas, dan menambah rasa percaya diri.
Menurut Bulele (2020) Tiktok memilki keunggulan yang disukai oleh peserta didik melalui berbagai konten menarik serta sebagai wadah bagi peserta didik yang mempunyai minat dalam membuat video sesuai dengan kreativitasnya. Melalui Tiktok kemampuan digital anak dapat meningkat seiring dengan peningkatan kreatifitasnya dalam membuat konten kreatif.
Hutamy et al. (2021) menyatakan bahwa Aplikasi Tiktok tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, namun dapat dijadikan sebagai media pembelajaran untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran, khususnya dimasa pandemi. Hasil penelitian dari Hutamy et al. (2021) menunjukkan bahwa 55,36% Tiktok dapat diterapkan sebagai media pembelajaran yang menyesuaikan dengan relevansi materi ajar. Penggunaan Tiktok sebagai media pembelajaran menjadikannya sebuah trend yang unik dan baru dalam menyampaikan bahan ajar.
Menurut Ramdani et al., (2021) Tiktok memiliki daya tarik tersendiri dalam menampilkan konten video yang beragam, berdurasi singkat, dan diiringi oleh musik. Hal itulah yang membuat Tiktok menarik perhatian anak. Pemanfaatan Tiktok dalam pembelajaran dapat mempermudah anak dalam memahami suatu materi.
Berbagai manfaat baik dari penggunaan Tiktok dalam pembelajaran diantaranya adalah : materi ajar dapat tersampaikan dengan menarik, ringkas, singkat, dan mudah diterima, dapat meningkatkan kreatifitas anak, menjadi media pembelajaran yang menyenangkan serta tidak membuat bosan, meningkatkan rasa percaya diri dan keaktifan anak. Jika seorang guru dapat mengambil nilai positif dari pemanfaatan media sosial Tiktok dalam pembelajaran, maka suasana belajar yang menyenangkan akan tercipta dan berdampak sangat baik terhadap psikologis anak.
Media pembelajaran merupakan hal penting yang tidak dapat dipisahkan dalam sistem pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan dan juga ketertarikan anak agar lebih mudah menangkap materi yang disampaikan. Pemanfaatan media sosial sebagai bagian dari pembelajaran menjadi inovasi yang perlu diapresiasi karena media sosial dapat menjadi media pembelajaran yang menarik dan efektif jika dikemas sedemikian rupa. Wika-Kd.
Daftar Pustaka Aji, W. N. (2017). Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kabupaten Klaten. Jurnal VARIDIKA, 29(1), 1–8. Bulele, Y. N. (2020). Analisis Fenomena Sosial Media dan Kaum Milenial: Studi Kasus Tiktok. Conference on Business, Social Sciences and Innovation Technology, 1(1), 565–572. Hutamy, E. T., Swartika, F., Alisyahbana, A. N. Q. A., Arisah, N., & Hasan, M. (2021). Persepsi Peserta Didik Terhadap Pemanfaatan Tiktok Sebagai Media Pembelajaran. Prosiding Penelitian Pendidikan Dan Pengabdian 2021, 1(1), 1270–1281. Ramdani, S.N., Hadiapurwa A., Nugraha H., (2021). Potensi Pemanfaatan Media Sosial Tiktok Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pembelajaran Daring. Jurnal Teknologi Pendidikan. Vol. 10 (2). 425-436.
Rabu, 15 Maret 2023
Pembelajaran Berdiferensiasi?
Oleh: Adhyatnika Geusan Ulun
Adalah menarik saat mempelajari Pembelajaran Berdiferensiasi. Bukan hanya dari tujuannya yang memberi keleluasaan pada siswa untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa saja, namun pembelajaran ini juga menitikberatkan pada produk pembelajaran, proses dan kontennya. Selain itu, Pembelajaran Berdiferensiasi bersifat proaktif, bersifat kualitatif, berakar pada penilaian, dan bersifat dinamis.
Penulis mencoba merangkum sejumlah keunggulan pembelajaran berdiferensiasi dari materi Modul 2 program calon guru penggerak. Diharapkan kita dapat memahami seberapa penting pembelajaran tersebut diimplementasikan di kelas.
Berpusat pada Murid
Pembelajaran berdiferensiasi menegaskan bahwa pengalaman belajar paling efektif, yakni pada saat proses pembelajaran berhasil melibatkan semua murid. Selain itu, prosesnya berlangsung secara efektif, dan menarik bagi mereka. Selanjutnya, pembelajaran berdiferensiasi memberi kesadaran bagi murid tentang keragaman pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang mereka miliki. Sehingga pembelajaran berdiferensiasi menitikberatkan kegiatan belajar mengajar yang mengedepankan partisipasi aktif semua murid. Dengan demikian dengan ikut terlibatnya murid dalam proses pembelajaran diharapkan membuat suasana menjadi aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Perpaduan dari Pembelajaran Kelas, Kelompok dan Individual
Pembelajaran berdiferensiasi memiliki kekhasan, yakni selalu diawali dengan persiapan kelas, mengulas pembelajaran yang sudah dipelajari, saling berbagi informasi, saling mengksplorasi individul maupun kelompok, kemudian memproduksi ide dan gagasan setiap murid. Sehingga tidaklah menherankan jika pembelajaran ini merupakan perpaduan kegiatan kelas, kelompok dan individu. Hal ini pun membuat proses pembelajaran menjadi efektif dan efisien dalam pelaksanaannya.
Bersifat Dinamis
Pembelajaran berdiferensiasi mendorong terjadinya kolaborasi yang berkelanjutan antar guru dengan murid. Hal ini sangat diperlukan dalam mendorong pembelajaran yang efektif, karena kita menyadari kedudukan guru dan murid merupakan ‘pembelajar’. Boleh jadi guru merupakan sosok yang lebih mengetahui dan berpengalaman dalam ilmu pengetahuan dan materi ajar, namun murid juga memiliki potensi yang yang digali dan dikembangkan. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian yang harmonis di antara guru dengan murid, agar proses pembelajaran menjadi dinamis.
Bersifat Proaktif
Sebagai guru, kita memerlukan persiapan dalam perencanaan pembelajaran. Hal ini untuk menjadikan proses pembelajaran sesuai dengan tujuan dan memenuhi kebutuhan murid. Oleh karena itu, pembelajaran diferensiasi mendorong guru untuk selalu proaktif dalam mengakomodasi kebutuhan muridnya dan menjadikan proses pembelajaran senantiasa berorientasi kepada kesiapan, minat dan profil belajar murid.
Bersifat Kualitatif
Pembelajaran berdiferensiasi mengubah paradigma kurang tepat yang biasa guru lakukan sebelumnya, yakni dengan memberikan tambahan tugas kepada murid yang memiliki kemamupuan di atas rata-rata. Padahal tetap saja hal ini akan menjadi beban tersendiri bagi murid yang lainnya. Oleh karena itu pembelajaran ini mendorong guru untuk mengubah beban tugas menjadi sifat tugas yang berorientasi bagi pemenuhan kebutuhan murid disesuaikan dengan kesiapan, minat, dan profil belajar mereka.
Berakar pada Penilaian
Di dalam pembelajaran berdiferensiasi, penilaian diagnostik secara rutin harus dilakukan pada saat unit/materi pelajaran dimulai. Oleh karena itu, penilaian tidak lagi didominasi sesuatu yang terjadi pada akhir unit, termasuk untuk menentukan siapa yang mendapatkannya. Selain itu, di sepanjang unit pembelajaran, guru menilai tingkat kesiapan, minat, dan pendekatan belajar yang digunakan murid dan kemudian merancang pengalaman belajar berdasarkan pemahaman terbaru dan terbaik tentang kebutuhan mereka. Kemudian, untuk produk akhir, dipilih berbagai bentuk penilaian untuk menemukan cara terbaik bagi setiap murid guna menunjukkan hasil belajarnya selama unit pembelajaran berlangsung.
Menggunakan Ragam Pendekatan terhadap konten, proses, dan produk
Seperti diketahui, guru harus bersinggungan dengan tiga elemen kurikuler, yakni konten, proses, dan produk belajar. Hal ini berkaitan dengan masukan, apa yang dipelajari murid, bagaimana murid berupaya memahami ide dan informasi, dan keluaran, atau bagaimana murid menunjukkan apa yang telah mereka pelajari. Dengan demikian, guru menawarkan pendekatan yang berdeda terhadapa apa yang dipelajari murid.
Selanjutnya, kesamaan dari pendekatan yang berbeda ini adalah bahwa semuanya dibuat untuk mendorong pertumbuhan semua murid dalam usaha mereka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan untuk memajukan atau meningkatkan proses pembelajaran baik untuk kelas secara keseluruhan maupun untuk murid secara individu.
Simpulan
Pembelajaran berdiferensiasi sesungguhnya serangkaian keputusan masuk akal yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Semuanya terkait dengan bagaimana seorang guru menciptakan lingkungan belajar yang menarik minat murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.
Tentu saja diperlukan kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya.
Akhirnya, pembelajaran berdiferensiasi memberikan keleluasaan pada murid untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa, dan pembelajaran ini tidak hanya berfokus pada produk pembelajaran, tapi juga fokus pada proses dan konten/materi. ***
Sumber: Modul 2 Program Calon Guru Penggerak Angkatan IV tahun 2022 yang diadaptasi dari How to Differentiate Instruction in Academically Diverse Classrooms, 3rd Edition, oleh Carol Ann Tomlinson, Alexandria, VA: ASCD. ©2017 oleh ASCD. Hak cipta terdaftar.
Terbit juga di Pembelajaran Berdiferensiasi? (ruangberita-bandungbarat.blogspot.com)
Jumat, 24 Februari 2023
MENCIPTAKAN SEKOLAH RAMAH ANAK
Oleh: Adhyatnika Geusan Ulun
Adalah menarik ketika mencermati sejumlah fenomena yang terjadi di lingkungan sekolah. Banyak kejadian yang membuat kita miris, seperti kasus perundungan, kekerasan yang dilakukan sesama siswa, perlakuan kasar guru kepada siswa atau sebaliknya, hingga pelecehan seksual di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi warga sekolah.
Pemerintah, sebenarnya telah membuat regulasi yang bertujuan untuk melindungi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan. Melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah mengeluarkan kebijakan tentang perlindungan keterlaksanaan pendidikan bagi seluruh warga sekolah dan semua proses belajar mengajar.
Lahirnya program Sekolah Ramah Anak sebagai perwujudan kebijakan di atas, memiliki tujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi warga sekolah, terutama pseserta didik.
Sekolah Ramah Anak
Berdasarkan konsep Sekolah Ramah Anak yang dituangkan dalam panduannya oleh Kemen PPPA pada 2015, mendefinisikan bahwa Sekolah Ramah Anak merupakan bentuk pendidikan formal, nonformal, dan informal. Hal tersebut menunjukan bahwa sekolah bersifat aman, bersih, peduli, dan berbudaya lingkungan hidup. Semuanya dilaksanakan demi menjamin, memenuhi, dan melindungi hak peserta didik dari segala bentuk diskriminasi serta kekerasan di bidang pendidikan.
Selain itu, Sekolah Ramah Anak juga didorong untuk mendukung partisipasi aktif anak, terutama dalam hal perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan, serta mekanisme pengaduan yang berkaitan dengan hak dan perlindungan mereka di lingkungan pendidikan.
Di sisi lain, peran guru, menurut, Menteri PPPA, Bintang Puspayoga (2022) konsep Sekolah Ramah Anak adalah mengubah paradigma kepada peserta didik, yakni dari pengajar menjadi pembimbing, orang tua dan sahabat anak, memberikan teladan perilaku yang benar dalam interaksi sehari-hari di satuan pendidikan. Kemudian, memastikan orang dewasa di satuan pendidikan terlibat penuh dalam melindungi anak dari ancaman yang ada di satuan Pendidikan, dan memastikan orang tua dan anak terlibat aktif dalam berbagai aktivitas.
Selanjutnya, Kemen PPPA juga telah menetapkan enam komponen Sekolah Ramah Anak, yaitu:
- Kebijakan Sekolah Ramah Anak, termasuk untuk memetakan kelompok anak rentan.
- Pendidik dan tenaga kependidikan terlatih.
- Konveksi Hak Anak dan Sekolah Ramah Anak.
- Pelaksanaan proses belajar yang ramah anak dalam pelaksanaan Sekolah Ramah Anak.
- Sarana dan prasarana ramah anak.
- Partisipasi anak, dan partisipasi orang tua, alumni, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha. Sehingga Sekolah Ramah Anak bukan merupakan kewajiban tenaga pendidikan saja namun juga unsur-unsur di luar sekolah.
Konsep di atas memberikan ruang bagi terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Selain itu, Sekolah Ramah Anak juga tidak hanya melibatkan peran sekolah, namun juga peran serta orang tua dan masyarakat.
Terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman dapat dilakukan dengan berbagai program yang berpihak pada murid, di antaranya guru menempatkan diri sebagai fasilitator yang memfasilitasi seluruh proses pembelajaran. Posisi sebagai fasilitator memberikan ruang kepada para peserta didik untuk mampu menggali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Penggalian dan pengembangan potensi murid bisa melalui kegiatan diskusi yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mereka untuk berkreasi dan aktif menyampaikan ide dan gagasannya secara demokratis. Selain itu, dengan menyelengarakan program seni dan budaya, serta bidang kesiswaan lainnya, bisa meningkatkan kepercayaan diri peserta didik. Sehingga, mereka akan terfasilitasi minat dan bakat yang dimilikinya.
Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dalam konsep PAKEM yang beberapa waktu digulirkan, diyakini dapat mewujudkan suasana belajar mengajar menjadi aman dan nyaman. Kreativitas dan inovasi guru pada konsep pebelajaran tersebut, juga memungkinkan anak dapat merasakan kondisi belajar yang menarik dan bermakna.
Di lain pihak, peran serta orang tua dan masyarakat sangat memegang kunci keberhasilan pendidikan. Peran mereka dapat diwujudkan dengan menjadi pendukung program sekolah, sesuai dengan visi dan misi yang dicanangkannya.
Peran serta komite sekolah selaku perwujudan orang tua dapat dituangkan dengan memberikan masukan atas arah kebijakan sekolah, di antaranya mendorong orang tua siswa untuk membentengi anak-anaknya melalui pendidikan budi pekerti, dan pendekatan keagamaan yang baik. Termasuk peran masyarakat sebagai social control yang memberikan pengawasan yang konstruktif demi peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah.
Simpulan
Diperlukan sinergisitas dan kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak. Dengan demikian, cita-cita untuk menciptakan lingkungan aman dan nyaman bagi peserta didik, umumnya bagi warga sekolah, akan optimal, sehingga kelak akan lahir generasi yang unggul, cerdas, berakhlak mulia, dan pelayanan pendidikan pun akan semakin berkualitas.***
Dari berbagai sumber.
Profil Penulis:
Adhyatnika Geusan Ulun, lahir 6 Agustus 1971 di Bandung. Tinggal di Kota Cimahi. Kepala SMPN Satap Lembang Cililin sejak 2022. Guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Cipongkor Bandung Barat (1999-2022). Pengurus MGMP Bahasa Inggris Kab. Bandung Barat (2007-2022). Alumnus West Java Teacher Program di Adelaide South Australia, 2013. Alumnus MQ ‘Nyantren di Madinah dan Makkah’ 2016, Pengasuh Majelis Taklim dan Dakwah Qolbun Salim Cimahi, Penulis buku anak, remaja dan dakwah. Editor NEWSROOM, tim peliput berita Dinas Pendidikan Bandung Barat. Jurnalis GUNEMAN Majalah Pendidikan Prov. Jawa Barat. Pengisi acara KULTUM Studio East Radio 88.1 FM Bandung. Redaktur Buletin Dakwah Qolbun Salim Cimahi. Kontributor berbagai Media Masa Dakwah. Sering menjadi juri di even-even keagamaan.







.jpeg)

.jpeg)




.png)




